Ayah dan ibuku mengucapkan syukur
Alhamdulillaahi Jazaakumulloohu khoiroo atas tali asih yang telah diberikan untukku. Juga mengamini doa barokah para sedulur Keluarga Besar Sakura Mbahman Jepang semuanya
” آمِيْنُ”. Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan rizki dan ganti yang lebih banyak, luas, halal dan barokah, آمِيْنُ.
Tali asih dari Keluarga Besar Sakura Mbahman Jepang
Posted by hikaru354 on December 5, 2009
Posted in kado kelahiran | Leave a Comment »
Kado dari Genda Sensei, IIR Ehime University
Posted by hikaru354 on December 4, 2009
Hm .. memang betul “banyak anak banyak rejeki”, kata orang Jawa atau setiap makluk yang diciptakan-Nya selalu diiringi
rizki untuknya. Tidak hanya itu, bahkan juga bagi kedua orang tuanya (AQ). Tadi malam setelah jungkir walik ke sana kemari menyelesaikan urusan beasiswa short term JASSO bagi 24 mahasiswa Indonesia, alhamdulillah tanpa diduga Genda Sensei dari Institute for International Relations Ehime University menghampiri ayahku. Tepat di depan kantornya beliau memberikan kado ini untukku sambil menitipkan salam untuk Ibuku.
先生, 本当に ありがとう ございます ….
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Wudel
Posted by hikaru354 on November 30, 2009
Oleh: Ust. Fami
Kalau ada orang yang trengginas, ringan tangan, semangat kerja luar biasa, maka orang sering bilang; ora duwe udel (Nggak punya tali pusat). Karena nggak kenal capek. Beraktivitas dan beraktivitas terus. Seolah tanpa perlu makan atau asupan energy. Yang ada hanya kerja dan kerja. Workaholic. Itu maksud ora duwe udel.
Setiap orang pasti punya udel. Bahkan bentuknya pun bermacam – macam. Ada yang bulat menonjol, ada yang cekung. Ada yang menghadap ke atas, ada yang menghadap ke bawah. Ada yang bodong, ada yang indah. Sampai – sampai pelawak favorit saya, yang suka banyol di tontonan seni tradisional ketoprak, juga bernama Bodong. Biasanya dia berpartner dengan Kecik. Maka terkenallah lawakan Kecik – Bodong ini. Kita suka berbondong – bonding nonton demi mendengar lawakan Kecik dan Bodong ini. Tapi rasanya sekarang sudah tidak ada. Sudah lama meninggal. Mungkin tinggal rekaman – rekamannya saja.
Bapak saya sering nyebutin orang pelit dengan jero udele (dalam pusatnya). Setiap anaknya tidak mau berbagi, maka dia selalu menggerutu, dasar udele jeru (dalem banget). Biasanya dalam hal makanan. Sekarang saya bisa pahami maksud perkataan itu. Biasanya anak yang gemuk, memang udelnya cenderung masuk ke dalam. Karena perut buncit, lembah udel bertambah dalam karena dagingnya nonjol ke depan, sehingga udel kelihatan kecil dan dalam. Dan orang gemuk cenderung makan banyak sehingga tidak suka berbagi, karena berarti ngurangi jatahnya. Yang jelas, udel perlu perawatan ekstra karena bentuknya. Udel suka dijadikan sembunyi yang namanya daki atau kotoran lainnya. Jadi sering – seringlah kalau mandi untuk menyempatkan membersihkannya. Kalau tidak, udel akan menjadi tumpukan daki dan bolot yang menambah kehitamannya. Kebersihan adalah sebagian dari iman.
Nah, dari pencermatan saya terhadap udel ini, seolah – olah saya mendapat pencerahan yang luar biasa. Ia bisa menjadi jalan pemahaman akan kuasa Allah. Bahwa apa yang diberikan kepada kita adalah merupakan pilihan terbaik. Sebab itu adalah pilihannya Allah. Setiap orang punya udel. Dan dengan udel itulah dulu setiap orang dapat suplai makanan, waktu berada di kandungan ibunya. Kurang lebih 9 bulan lamanya Allah memberikan rejeki lewat satu jalan. Tak ada jalan lain selain tali pusat atau udel itu. Berikutnya Allah memutus udel itu ketika jabang bayi lahir ke dunia, sehingga hilanglah jalan rejeki itu. Ia tidak tersambung lagi dengan ibunya. Tapi apa yang terjadi? Allah menggantinya dengan yang lebih baik yaitu dua puting susu ibunya. Hilang satu, Allah memberikan dua jalan. Bukankah ini pemberian yang terbaik? Itu adalah keputusan Allah. Dan selalu begitu. Jika Allah tidak menghendaki, maka bayi itu tidak dilahirkan ke dunia. Jadi keputusan dan hokum Allah adalah yang terbaik dan terbaik. Tidak salah. Jika belum bisa menemukannya teruslah berusaha. Sebab Allah Maha Benar.
“Demi Dzat yang diriku di Tangannya, Allah tidak menetapkan suatu ketetapan kepada seorang hamba kecuali jika itu lebih baik baginya. Hal demikian itu tidak terjadi kecuali pada orang yang beriman.” (Rowahu Ahmad bin Hambal dalam Musnadnya).
Manusia, seperti disifati Penciptanya, adalah makhluk yang dholim dan bodoh, innahu kaana dholuuman jahuulan (al-Ahzab 72), maka tidaklah benar jika yang dijadikan ukuran untuk menentukan baik dan buruk adalah apa yang bermanfaat dan apa yang berbahaya baginya, kecenderungan, kecintaan, ketakutan atau kemarahannya, tetapi ukuran yang paling pas adalah apa yang dipilihkan Allah baginya. Lewat udel kita belajar mengenalinya lebih dalam dan dalam lagi, untuk meraih manisnya iman. Karena betapa banyak yang masih belum kita pahami. Dan hanya karena pertolongan dan karunianya hikmah itu hadir di sini.
Posted in anggota badan | Tagged: bayi, tali pusar | Leave a Comment »
Tanda kasih dari Ibu Eiko
Posted by hikaru354 on November 29, 2009
Minggu siang ini
aku dapat kado bagus dari Ibu Eiko.
Beliau adalah salah satu teman baik ayahku yang begitu perhatian pada keluarga kami. Minggu lalu pun kami memperoleh satu kardus besar berisi buku-buku bacaan berbahasa Jepang, beberapa mainan dan snak. Sebenarnya hari minggu ini kami menunggu beliau yang akan berkunjung ke apartemen sederhana kami. Kabarnya Bu Eiko akan pergi juga ke EPIC festival yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Ehime. Kebetulan saja lokasinya hanya 10 menit jalan kaki (aruite) dari tempat kami. Tapi hingga sore hari, saat stand Indonesia tutup, beliau belum juga hadir. Hm.. semoga tidak ada aral melintang di jalan. Mengingat tahun lalu beliau mengendarai mobilnya sendirian dari Ainan-chou ke Kota Matsuyama, Ehime yang berjarak 4 jam-an. Kadang jalan licin bersalju terutama di daerah Ozu.
Senin siang akhirnya ayahku memperoleh kabar bahwa Bu Eiko memang tidak bisa hadir di EPIC festival. Namun beliau benar-benar ingin hadir menjumpai kami
Seperti tertulis di wall facebooknya:
Maaf saya tidak bisa datang ke EPIC festival. Thank you for waiting for me, but I’m sorry that I was not able to go there
I really wanted to see you guys. Hope we can see again next time.
Iya Bu Eiko, tidak apa-apa. Hanya saja, sebenarnya aku ingin sekali bertemu untuk mengucapkan terima kasih
atas kado kelahiranku. Kadonya bagus sekali. Apalagi terbuat dari kapas organik tentu bebas bahan kimia dan memang terasa lembut di kulit. Ayah ibuku pun demikian. Turut mengucapkan terima kasih dan salam hormat. Kami belum bisa membalas semua pemberian yang banyak ini selain doa dan harapan semoga Tuhan memberikan balasan yang lebih banyak dari apa yang telah diberikan kepada kami. Menikmati hari-hari senja dengan bahagia bersama keluarga. Suatu saat semoga kami berenam bisa berkunjung ke Ainan-chou lagi dan ingin mengucapkannya secara langsung
Salam hangat dari aku: hikaru, ayah dan ibuku serta mas Gilang, mas Ulin dan mas Odhin. 本当に ありがとう ございます
Posted in kado kelahiran | Tagged: hikaru kun, ibu eiko, kado, kelahiran | 1 Comment »
Angpao dari Bu Lilis Ota, Bu Wawa dan Bu Nunung Nakagami
Posted by hikaru354 on November 22, 2009
Terima kasih Bu Nunung, Bu Wawa dan Bu Lilis
Ibuku senang sekali menerima amplop seperti ini. Bentuknya cantik sekali dan hampir semingguan sengaja belum dibuka karena khawatir akan merusaknya. Adapun yang bertuliskan jepang di sampul luarnya hingga kini pun Ibuku tidak tahu apa artinya
Kami semua berterima kasih pada Bu Lilis, Bu Wawa dan Bu Nunung yang sudah berkenan silaturohim ke apartemen Karora 102 dan memberikan amplop cantik ini untukku. Insya Alloh akan kami manfaatkan sebaik-baiknya.
本当に ありがとう ございます ….
Posted in kado kelahiran | Leave a Comment »
HIKARU kun see the world (Nov 15, 2009; 11.21 am)
Posted by hikaru354 on November 17, 2009
Posted in Uncategorized | 3 Comments »
after 7 hours, 6.15 pm
Posted by hikaru354 on November 17, 2009
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Membuka mata, melihat dunia … ooeeeeekk …
Posted by hikaru354 on November 17, 2009
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
Hello world!
Posted by hikaru354 on November 16, 2009
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »












